{"id":2537,"date":"2023-01-31T12:00:00","date_gmt":"2023-01-31T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/abiding-reality\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:41","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:41","slug":"realitas-yang-patuh","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/abiding-reality\/","title":{"rendered":"Realitas yang Patuh"},"content":{"rendered":"<p>Satu-satunya realitas yang kekal adalah Injil Allah. Hal-hal lain mungkin nyata; injil adalah realitas itu sendiri. Kita dibawa ke dalam realitas ini melalui penebusan; salib adalah jembatan dan jalan masuk kita. Akses kita ke sana adalah sebuah karunia, yang telah dibeli untuk kita oleh Yesus Kristus. Kita tidak dapat mencapainya melalui tindakan kita sendiri.<\/p>\n<p>Ini adalah hal yang sangat penting untuk kita pahami. Alasan Allah memanggil kita adalah agar kita memberitakan Injil-Nya. Allah tidak meminta kita untuk menjadi pria atau wanita yang kudus. Kekudusan pribadi adalah akibat, bukan penyebab. Jika kita menaruh kepercayaan pada kekudusan kita sendiri, kita akan tersandung ketika ujian datang.<\/p>\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/www.biblegateway.com\/passage\/?search=Romans+1&#038;version=NIV\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Roma 1<\/a>Paulus tidak mengatakan bahwa <em>dia<\/em> membedakan dirinya dari kehidupan sebelumnya; dia mengatakan bahwa <em>Tuhan<\/em> membedakannya. Paulus tidak perlu menerima pujian. Dia tidak terlalu peka terhadap karakternya; dia tidak sadar akan hal itu, dan dengan ceroboh menyerahkannya kepada Allah. Selama mata kita tertuju pada kekudusan kita sendiri, dan bukannya pada Kristus, kita tidak akan pernah sampai pada realitas penebusan. Seolah-olah kita meminta Tuhan untuk menjauhkan kita dari kekejaman kehidupan manusia yang kasar, jauh dari kekotoran, kebusukan, kerusakan, dan kekacauan, sehingga kita dapat menghabiskan waktu dalam kebersamaan kita yang tertata dengan sempurna dan menjadi lebih diinginkan di mata kita sendiri.<\/p>\n<p>Jika ini yang kita inginkan, itu adalah tanda bahwa kita sendiri masih belum nyata - Injil belum mulai menyentuh kita. Ketika itu terjadi, ketika kita masuk ke dalam realitas, maka kita dapat menyerahkan semuanya kepada Tuhan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The one abiding reality is the gospel of God. Other things may be real; the gospel is reality itself. We are brought into this reality through the redemption; the cross is our &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1806,"template":"","collection":[38],"class_list":{"0":"post-2537","1":"modern-classic","2":"type-modern-classic","3":"status-publish","4":"has-post-thumbnail","6":"collection-obedience"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}