{"id":2560,"date":"2023-02-23T12:00:00","date_gmt":"2023-02-23T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/the-determination-to-serve\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:46","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:46","slug":"tekad-untuk-melayani","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/the-determination-to-serve\/","title":{"rendered":"Tekad untuk Melayani"},"content":{"rendered":"<p>Gagasan Paulus tentang pelayanan sama dengan Tuhan kita. Yesus berkata, \"Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai orang yang melayani\" (Lukas 22:27). Paulus menggemakan perkataan itu: \"Sebab yang kami beritakan bukanlah diri kami sendiri, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hamba-hambamu oleh karena Yesus\" (2 Korintus 4:5).<\/p>\n<p>Kita memiliki gagasan bahwa para pelayan Yesus dipanggil untuk menjadi makhluk yang berbeda, bahwa mereka harus lebih tinggi dan lebih kudus daripada orang lain. Yesus berkata bahwa para pelayannya harus menjadi keset bagi orang lain: pemimpin rohani, bukan atasan. Ketika Paulus menulis, \"Dalam segala hal kami memuji diri kami sendiri: dalam ketekunan yang besar, dalam kesesakan, kesukaran dan penderitaan\" (6:4), ia sedang menjelaskan tentang apa yang akan ia lakukan sebagai hamba Kristus. Ia ingin mengorbankan dirinya sampai titik darah penghabisan; ia tidak peduli apakah orang-orang akan menginjak-injaknya.<\/p>\n<p>Paulus tidak menarik motivasinya untuk melayani dari kasih kepada umat manusia. Sumur yang ia timba adalah cintanya kepada Yesus Kristus. Jika kita mengabdi demi kemanusiaan, kita akan segera dihancurkan dan patah hati-kita mungkin akan sering bertemu dengan lebih banyak rasa tidak tahu berterima kasih dari manusia dibandingkan dengan seekor anjing! Tetapi jika motif kita adalah untuk mengasihi Tuhan, tidak ada rasa tidak tahu berterima kasih yang akan menghalangi kita untuk melayani.<\/p>\n<p>Pengalaman Paulus tentang bagaimana Yesus Kristus telah menanganinya adalah rahasia dari tekadnya untuk melayani orang lain: \"Sekalipun aku dahulu adalah seorang penghujat, seorang penganiaya dan seorang yang kejam, namun aku telah menunjukkan belas kasihan\" (1 Timotius 1:13). Paulus menyadari bahwa orang lain tidak akan pernah bisa memperlakukannya seburuk yang ia lakukan terhadap Yesus. Ketika kita juga menyadari hal ini - ketika kita melihat bahwa Yesus Kristus telah melayani kita terlepas dari keegoisan, kekejaman, dan dosa kita - tidak ada satu pun yang kita temui dari orang lain yang dapat menggoyahkan tekad kita untuk melayani mereka dalam nama-Nya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paul\u2019s idea of service is the same as our Lord\u2019s. Jesus said, \u201cI am among you as one who serves\u201d (Luke 22:27). Paul echoed him: \u201cFor what we preach is not ourselves, &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1844,"template":"","collection":[39],"class_list":{"0":"post-2560","1":"modern-classic","2":"type-modern-classic","3":"status-publish","4":"has-post-thumbnail","6":"collection-service"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2560\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}