{"id":2562,"date":"2023-02-25T12:00:00","date_gmt":"2023-02-25T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/the-poverty-of-service\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:46","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:46","slug":"kemiskinan-layanan","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/the-poverty-of-service\/","title":{"rendered":"Kemiskinan Layanan"},"content":{"rendered":"<p>Kasih yang alamiah mengharapkan balasan, tetapi Paulus tidak peduli apakah ia dikasihi oleh orang-orang yang ia layani. Ia rela diejek dan diabaikan, menjadi miskin dan rendah hati, asalkan ia dapat membawa orang-orang kepada Allah. \"Sebab kamu tahu, bahwa kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu bahwa sekalipun Ia kaya, namun oleh karena kamu Ia telah menjadi miskin\" (2 Korintus 8:9). Memberikan segalanya bukanlah sebuah beban bagi Paulus; itu adalah sebuah sukacita: \"Dengan senang hati aku akan membelanjakan segala sesuatu yang ada padaku dan membelanjakan diriku sendiri\" (12:15).<\/p>\n<p>Cara berpikir Yesus tentang pelayanan bukanlah cara berpikir dunia. Yesus Kristus mengalahkan kaum sosialis. Dia berkata bahwa di dalam kerajaan-Nya, yang terbesar akan menjadi pelayan bagi semua orang (Matius 23:11). Ujian yang sesungguhnya bagi kita bukan terletak pada pemberitaan Injil, melainkan pada pembasuhan kaki, melakukan hal-hal yang tidak dianggap penting oleh dunia, namun sangat berarti bagi Allah.<\/p>\n<p>Paulus tidak peduli berapa harga yang harus dibayar untuk kepentingan Tuhan bagi orang lain. Begitu Allah meminta kita untuk melayani, kita mulai membuat perhitungan. \"Tuhan ingin saya pergi ke sana?\" kata kita. \"Bagaimana dengan gajinya? Bagaimana dengan cuacanya? Orang yang berakal sehat harus mempertimbangkan hal-hal ini.\" Ketika kita berpikir seperti ini, kita menjadi egois dan tidak berhati-hati dalam melayani Tuhan.<\/p>\n<p>Paulus tidak pernah berhati-hati. Dia mewujudkan gagasan Yesus tentang murid Perjanjian Baru, seseorang yang tidak hanya memberitakan Injil tetapi juga menjadi, demi orang lain, memecah-mecahkan roti dan menuangkan anggur di tangan Yesus Kristus.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Natural love expects to be returned, but Paul didn\u2019t care if he was loved by those he served. He was willing to be ridiculed and overlooked, to be made poor and humble, &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1848,"template":"","collection":[],"class_list":["post-2562","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2562\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}