{"id":2565,"date":"2023-02-28T12:00:00","date_gmt":"2023-02-28T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/do-you-now-believe\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:47","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:47","slug":"apakah-anda-sekarang-percaya","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/klasik-modern\/apakah-anda-sekarang-percaya\/","title":{"rendered":"Apakah Anda Sekarang Percaya?"},"content":{"rendered":"<p>Ketika para murid akhirnya mengatakan kepada Yesus bahwa mereka percaya bahwa Dia adalah Anak Allah, Yesus menjawab dengan skeptis: \"Percayakah kamu sekarang? ... Kamu akan meninggalkan Aku seorang diri\" (Yohanes 16:31-32). Banyak orang Kristen meninggalkan Yesus sendirian saat mereka melakukan pekerjaan mereka. Mereka termotivasi oleh hati nurani atau rasa tanggung jawab mereka, tetapi jiwa mereka tidak berhubungan secara intim dengan Tuhan; mereka bersandar pada pemahaman mereka sendiri. Bekerja untuk Tuhan dengan cara ini bukanlah dosa, dan tidak ada hukuman yang menyertainya, tetapi ketika kita mendapati diri kita bertindak seperti ini, ketika kita menyadari bahwa kita telah menjadi jauh dari Yesus dan menghasilkan kebingungan dan kesedihan bagi diri kita sendiri, kita kembali kepada-Nya dengan rasa malu dan penyesalan.<\/p>\n<p>Kita perlu belajar untuk mengandalkan kehidupan kebangkitan Yesus pada tingkat yang lebih dalam, untuk membiasakan diri mengembalikan segala sesuatu kepada-Nya. Kita membuat keputusan berdasarkan akal sehat, lalu meminta Tuhan untuk memberkati keputusan tersebut. Dia tidak bisa. Akal sehat tidak berada dalam wilayah Allah; akal sehat terputus dari realitas ilahi. Akal sehat memberi tahu kita bahwa tugas dan kewajiban moral harus menjadi panduan kita. \"I <i>harus<\/i> melakukan hal ini; hati nurani mendorong saya,\" kata kami, dengan angkuh. Keputusan yang didasarkan pada akal sehat selalu dapat didukung oleh argumen seperti ini. Tetapi ketika kita melakukan sesuatu yang murni karena ketaatan kepada Tuhan, tidak ada argumen yang masuk akal. Itulah mengapa ketaatan begitu mudah diejek.<\/p>\n<p>Jika kita tidak ingin meninggalkan Yesus, kita harus bersedia diejek demi Dia. Kita tidak diperintahkan untuk hidup dalam terang hati nurani atau kewajiban; kita diperintahkan untuk hidup di dalam terang sebagaimana Allah ada di dalam terang (1 Yohanes 1:7).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>When the disciples finally told Jesus that they believed he was the Son of God, Jesus replied with skepticism: \u201cDo you now believe? \u2026 You will leave me all alone\u201d (John 16:31\u201332). &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1854,"template":"","collection":[],"class_list":["post-2565","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2565\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}