{"id":2567,"date":"2023-03-01T12:00:00","date_gmt":"2023-03-01T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/the-piercing-question\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:49","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:49","slug":"pertanyaan-yang-menusuk","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/klasik-modern\/pertanyaan-yang-menusuk\/","title":{"rendered":"Pertanyaan yang Menusuk"},"content":{"rendered":"<p>Tidak ada dosa yang dapat menusuk kita sedalam pertanyaan yang diajukan Yesus kepada Simon Petrus: \"Apakah engkau mengasihi Aku?\" Dosa menumpulkan perasaan; firman Allah mengasahnya. Ketika Yesus bertanya apakah kita mengasihi Dia, perasaan yang ditimbulkan oleh pertanyaannya begitu kuat dan menyakitkan. <i>Apakah<\/i> kita mencintainya? Ataukah kita membodohi diri kita sendiri? <\/p>\n<p>Tidak mungkin untuk bersikap santai ketika Yesus mengajukan pertanyaan ini. Kasih Petrus yang mula-mula kepada Yesus bersifat temperamental, yang diekspresikan berdasarkan keinginan dan suasana hati. Dia mengasihi Yesus pada tingkat yang murni alamiah, seperti halnya seseorang mengasihi orang lain yang baik. Pertanyaan Yesus yang sangat menyakitkan membuat Petrus menyadari bahwa kasih yang sejati tidak pernah hanya menyatakan sesuatu: kasih itu menembus langsung ke inti kepribadian kita, tidak hanya mengarahkan kata-kata kita tetapi juga segala sesuatu yang kita lakukan.<\/p>\n<p>Kecuali jika kita terluka karena menipu diri sendiri, firman Allah tidak akan menolong kita. Firman-Nya tajam: \"lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun juga; ia sanggup menembus sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum\" (Ibrani 4:12). Pertanyaan Yesus menghantam semua ilusi kita, menembus ke dalam diri kita yang egois dan masuk ke dalam pusat keberadaan kita - suatu hal yang sangat menyakitkan. Namun, disakiti seperti ini oleh Yesus adalah luka yang paling indah yang dapat dibayangkan. Pertanyaan itu menyengat setiap khayalan dan keraguan, setiap pikiran dan kekhawatiran yang mementingkan diri sendiri.<\/p>\n<p>Ketika Tuhan mengirimkan rasa sakit dari firman-Nya kepada anak-Nya, tidak salah lagi. Tetapi inti dari sakit hati itu adalah inti dari wahyu: wahyu itu mengungkapkan kepada kita bagaimana perasaan kita yang sesungguhnya tentang Tuhan kita. \"Tuhan,\" kata Petrus, \"Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau\" (Yohanes 21:17).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>No sin can pierce us as deeply as the question Jesus asks of Simon Peter: \u201cDo you love me?\u201d Sin dulls feelings; the word of God intensifies them. When Jesus asks if &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1858,"template":"","collection":[],"class_list":["post-2567","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2567\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}