{"id":2577,"date":"2023-03-11T12:00:00","date_gmt":"2023-03-11T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/vision\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:51","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:51","slug":"visi","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/vision\/","title":{"rendered":"Visi"},"content":{"rendered":"<p>Ketika Yesus Kristus menampakkan diri kepada Paulus dan memerintahkannya untuk memberitakan Injil, tidak ada keraguan dalam respons Paulus: ia taat, menjaga penglihatan dari surga itu tetap terang di hadapannya ketika ia mulai menggenapi amanatnya (Kisah Para Rasul 26:12-19). Jika kita kehilangan penglihatan itu, kita sendirilah yang bertanggung jawab; itu berarti kita telah lalai dan ceroboh dalam kehidupan rohani kita. Satu-satunya cara untuk taat pada visi yang Tuhan kirimkan adalah dengan memberikan yang terbaik bagi-Nya, dan ini hanya dapat dilakukan dengan terus mengingat visi tersebut secara terus-menerus dan dengan tegas, sambil bekerja dengan mantap untuk mewujudkannya. Ujiannya adalah menjaga visi tersebut dalam pandangan kita, tidak hanya pada saat-saat doa dan pengabdian, tetapi juga enam puluh detik setiap menit, enam puluh menit setiap jam.<\/p>\n\n\n\n<p><i>\"Meskipun berlama-lama, tunggu saja\"<\/i> (Habakuk 2:3). Kita tidak dapat terburu-buru dalam menggenapi sebuah visi; kita harus hidup dalam terang visi tersebut sampai visi itu digenapi melalui kita. Terkadang, setelah kita menerima sebuah visi, kita menjadi tidak sabar. Kita terburu-buru melakukan pekerjaan praktis, berharap untuk mempercepatnya. Kemudian pekerjaan itu menjadi fokus kita, dan kita kehilangan pandangan akan visi tersebut. Kita bahkan tidak menyadari ketika visi itu telah terpenuhi! Bekerja untuk mewujudkan visi itu perlu, tetapi kita harus bekerja <i>dengan mantap<\/i>tanpa terburu-buru atau paksaan, dan hanya kapan dan di mana Tuhan memilih. Kemampuan kita untuk menantikan visi yang masih ada adalah ujian kesetiaan kita kepada-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Tuhan memberikan visi kepada murid-Nya, Dia selalu mengirimkan angin puyuh, menghempaskan murid-Nya ke tempat di mana benih visi itu akan berakar dan bertumbuh. Apakah Anda siap untuk ditaburkan, sehingga visi tersebut dapat terpenuhi dengan sendirinya melalui Anda? Jawabannya tergantung pada apakah Anda hidup dalam terang dari apa yang telah Anda lihat. Biarkan Tuhan melemparkan Anda keluar, dan jangan pergi sebelum Dia melakukannya. Jika Anda mencoba mendikte ke mana Anda akan pergi, Anda akan menjadi kosong. Tetapi jika Anda membiarkan Tuhan menabur Anda, Anda akan menghasilkan buah.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>When Jesus Christ appeared to Paul and told him to preach the gospel, there was nothing hesitant about Paul\u2019s response: he obeyed, keeping the vision from heaven bright before him as he &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1878,"template":"","collection":[],"class_list":["post-2577","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}