{"id":2578,"date":"2023-03-12T12:00:00","date_gmt":"2023-03-12T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/our-abandonment-to-him\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:51","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:51","slug":"pengabaian-kita-kepada-nya","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/our-abandonment-to-him\/","title":{"rendered":"Penyerahan Diri Kita kepada-Nya"},"content":{"rendered":"<p>Yesus menjawab Petrus bahwa para murid akan mendapatkan upah yang berlimpah atas pengorbanan mereka. Namun, Dia juga menjelaskan bahwa alasan mereka mengikuti-Nya bukanlah karena imbalan yang akan mereka dapatkan. Pengorbanan mereka harus sepenuhnya untuk Yesus sendiri: \"untuk Aku dan Injil\" (Markus 10:29).<\/p>\n\n\n\n<p>Waspadalah terhadap pengabaian yang memiliki roh yang mementingkan diri sendiri di dalamnya. Terlalu sering, kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan karena kita ingin dikuduskan atau dibebaskan dari dosa. Kita akan mendapatkannya, jika kita memiliki hubungan yang benar dengan-Nya, tetapi roh yang menuntut ini tidak sejalan dengan sifat esensial Kekristenan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengabaian bukan untuk siapa pun <i>hal<\/i> sama sekali. Kita telah menjadi begitu terkomersialisasi dalam pemikiran kita sehingga kita datang kepada Tuhan hanya ketika kita menginginkan sesuatu. Seolah-olah kita berkata, \"Saya tidak menginginkan Engkau, Tuhan. Saya menginginkan diri saya sendiri: versi diri saya yang bersih dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Saya ingin dipajang di ruang pamer-Mu, dan dapat berkata, 'Lihatlah apa yang telah Allah lakukan bagi saya.\"<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita memberikan sesuatu kepada Allah hanya karena kita menginginkan sesuatu sebagai balasannya, tidak ada Roh Kudus di dalam penyerahan diri kita: itu adalah kepentingan pribadi yang menyedihkan dan komersial. Untuk mendapatkan surga, untuk dibebaskan dari dosa, untuk menjadi berguna bagi Allah: pengabaian yang sejati tidak pernah mempertimbangkan hal-hal ini. Pengabaian yang sejati adalah pilihan pribadi yang berdaulat untuk Yesus Kristus sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita dipaksa untuk memilih antara hubungan alamiah kita dan Yesus Kristus, kebanyakan dari kita meninggalkan-Nya. \"Saya mendengar panggilan-Mu, Tuhan,\" kata kita. \"Tetapi pasangan saya membutuhkan saya; ibu saya membutuhkan saya; kepentingan pribadi saya membutuhkan saya.\" \"Orang yang demikian,\" jawab Yesus, \"tidak dapat menjadi murid-Ku\" (Lukas 14:26). Pengabdian alamiahlah yang selalu menguji pengabaian. Bangkitlah menghadapi ujian tersebut, dan Tuhan akan merangkul semua orang yang Anda sakiti ketika Anda meninggalkan diri Anda kepada-Nya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jesus replies to Peter that the disciples will be amply rewarded for their sacrifice. But he also makes clear that their reason for following him shouldn\u2019t be anything they\u2019ll get in return. &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1880,"template":"","collection":[],"class_list":["post-2578","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/2578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=2578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}