{"id":5895,"date":"2023-03-30T12:00:00","date_gmt":"2023-03-30T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/holiness-versus-hardness\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:55","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:55","slug":"kekudusan-versus-kekerasan","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/holiness-versus-hardness\/","title":{"rendered":"Kekudusan versus Kekerasan"},"content":{"rendered":"<p>Alasan mengapa banyak dari kita berhenti berdoa dan menjadi keras terhadap Tuhan adalah karena ketertarikan kita terhadap doa hanyalah bersifat sentimental. Kita membaca buku-buku yang mengatakan bahwa doa itu bermanfaat, bahwa doa dapat menenangkan pikiran dan mengangkat jiwa, dan hal ini membuat kita merasa nyaman. Kita merasa benar ketika mengatakan bahwa kita berdoa. Tetapi doa, di mata Allah, harus berjalan bersama dengan syafaat. Yang satu tidak mungkin dilakukan tanpa yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Menjadi perantara dalam doa atas nama orang lain berarti mencari pikiran Allah tentang orang tersebut. Terlalu sering, alih-alih menyembah selama doa, kita justru membangun argumen tentang bagaimana doa bekerja. \"Saya tidak mengerti bagaimana Engkau akan melakukan hal ini,\" kata kita kepada Tuhan. Jika kita berdebat dengan Tuhan seperti ini, itu adalah tanda yang pasti bahwa kita tidak sedang beribadah. Kita melemparkan tuntutan kepada takhta-Nya dan mendikte apa yang kita ingin Dia lakukan. Ketika kita melupakan Allah, kita menjadi keras dan dogmatis terhadap-Nya. Dan ketika kita menjadi keras terhadap Tuhan, kita menjadi keras terhadap orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kita beribadah ketika kita berdoa, mengangkat pikiran kita untuk mengetahui pikiran Allah? Apakah kita hidup dalam hubungan yang kudus dengan-Nya? Ataukah kita bersikap keras dan dogmatis?<\/p>\n\n\n\n<p>\"<i>Dia terkejut karena tidak ada yang mengintervensi<\/i>\" (Yesaya 59:16). Jika tidak ada orang lain, lakukanlah pekerjaan itu sendiri. Jadilah orang yang menyembah Allah dan hidup dalam hubungan yang kudus dengan-Nya. Berkomitmenlah pada kerja keras untuk campur tangan dalam doa bagi orang lain, dan ingatlah bahwa ini adalah pekerjaan. Tetapi pekerjaan itulah yang akan menopang Anda, seperti \"kebenaran Tuhan sendiri yang menopang dia\" (ay. 16).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The reason many of us stop praying and become hard toward God is that our interest in prayer is merely sentimental. We read books that say prayer is beneficial, that it quiets &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1916,"template":"","collection":[41],"class_list":{"0":"post-5895","1":"modern-classic","2":"type-modern-classic","3":"status-publish","4":"has-post-thumbnail","6":"collection-prayer"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=5895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}