{"id":5896,"date":"2023-03-31T12:00:00","date_gmt":"2023-03-31T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/modern-classic\/spiritual-hypocrisy\/"},"modified":"2025-07-15T08:30:55","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:55","slug":"kemunafikan-spiritual","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/spiritual-hypocrisy\/","title":{"rendered":"Kemunafikan Spiritual"},"content":{"rendered":"<p>Jika kita tidak memperhatikan cara Roh Allah bekerja di dalam diri kita, kita akan menjadi orang yang munafik secara rohani. Alih-alih bersyafaat dalam doa ketika kita melihat orang lain gagal, kita akan mengubah ketajaman kita menjadi kritik.<\/p>\n\n\n\n<p>Berhati-hatilah agar Anda tidak bertindak seperti orang munafik dan mencoba memperbaiki orang lain sebelum Anda sendiri benar di hadapan Allah. Roh Kudus tidak diwahyukan kepada kita melalui cara kerja intelektual dari pikiran kita, tetapi melalui penetrasi langsung ke dalam jiwa kita. Jika kita tidak waspada terhadap sumber pewahyuan itu - fakta bahwa sumbernya adalah Allah, bukan kita - kita akan menjadi kuali kritik. Kita akan melupakan apa yang Alkitab katakan tentang hubungan kita dengan orang lain: \"Berdoalah dan Allah akan memberikan kehidupan bagi mereka.\"<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu beban yang paling halus yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya adalah beban untuk menggunakan ketajaman dalam hal jiwa-jiwa lain. Mengapa Dia mengungkapkan hal-hal tertentu tentang orang lain kepada kita? Bukan agar kita dapat mengkritik mereka. Hal ini agar kita dapat memikul beban mereka di hadapan Allah. Agar kita dapat membentuk pikiran Kristus tentang mereka, bersyafaat dengan-Nya atas nama mereka. Allah berkata bahwa Dia akan memberikan kehidupan kepada mereka jika kita berdoa dengan cara ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersyafaat dalam doa bukan berarti memberi tahu Allah pendapat kita atau membiarkan Dia mengetahui cara kerja pikiran kita. Doa itu untuk membangkitkan diri kita sendiri untuk mendapatkan <i>nya<\/i> pikiran, <i>nya<\/i> tentang orang-orang yang kita doakan. Apakah Yesus Kristus melihat cara kerja jiwanya di dalam diri kita? Dia tidak bisa - tidak sampai kita begitu menyatu dengan-Nya sehingga kita berusaha untuk mengetahui pikiran-Nya. Jika kita ingin Yesus puas dengan kita, kita harus belajar untuk bersyafaat dengan sepenuh hati untuk orang lain, sebagaimana Dia bersyafaat untuk kita: \"Sebab itu Ia berkuasa menyelamatkan dengan sempurna mereka yang datang kepada Allah melalui Dia, karena Ia senantiasa hidup untuk menjadi Pengantara bagi mereka\" (Ibrani 7:25).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>If we aren\u2019t mindful of the way the Spirit of God works in us, we will become spiritual hypocrites. Instead of interceding in prayer when we see another person failing, we\u2019ll turn &#8230;<\/p>","protected":false},"featured_media":1918,"template":"","collection":[],"class_list":["post-5896","modern-classic","type-modern-classic","status-publish","has-post-thumbnail"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5896\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=5896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}