{"id":5956,"date":"2023-04-11T12:00:00","date_gmt":"2023-04-11T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/myutmostforprd.wpenginepowered.com\/?post_type=modern-classic&#038;p=5956"},"modified":"2025-07-15T08:30:58","modified_gmt":"2025-07-15T01:30:58","slug":"keilahian-moral","status":"publish","type":"modern-classic","link":"https:\/\/utmost.org\/id\/modern-classic\/moral-divinity\/","title":{"rendered":"Keilahian Moral"},"content":{"rendered":"<p>Bukti bahwa saya telah mengalami penyaliban bersama Yesus adalah bahwa saya menyerupai Dia dalam sikap dan perilaku. Melalui kebangkitan-Nya, Yesus memiliki otoritas untuk memberikan kehidupan Allah kepada saya, dan kehidupan lahiriah saya harus dibangun di atas dasar ini. Saya dapat menerima kehidupan kebangkitan Yesus Kristus di sini dan saat ini, dan hal itu akan muncul dengan sendirinya dalam kekudusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 6:5 menyajikan sebuah ide yang mengalir di seluruh tulisan Rasul Paulus: setelah saya mengambil keputusan moral untuk diidentifikasikan dengan Yesus dalam kematian-Nya, kehidupan kebangkitan Yesus memenuhi setiap aspek dari natur manusiawi saya. Setelah saya memutuskan bahwa diri saya yang lama - diri yang ditentukan oleh keturunan dosa - akan diidentifikasikan dengan kematian Yesus, Roh Kudus menyerbu saya dan mengambil alih segalanya. Roh Kudus bukan sekadar tamu di rumah ini; Ia memenuhi setiap sudut dan celah. Tanggung jawab saya adalah untuk berjalan dalam terang dan menaati segala sesuatu yang dinyatakan-Nya kepada saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika saya telah membuat keputusan moral tentang dosa, mudah untuk menyimpulkan bahwa, ya, saya benar-benar telah mati bagi dosa, karena di mana pun saya melihat ke dalam diri saya, saya menemukan kehidupan Yesus di sana. Sama seperti hanya ada satu cap kemanusiaan, hanya ada satu cap kekudusan: kekudusan Yesus Kristus. Allah menaruh kekudusan Anak-Nya ke dalam diri saya, dan saya menjadi bagian dari tatanan kerohanian yang baru.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukti bahwa saya telah mengalami penyaliban bersama Yesus adalah bahwa saya mirip dengan-Nya dalam sikap dan perilaku.<\/p>","protected":false},"featured_media":1940,"template":"","collection":[40],"class_list":{"0":"post-5956","1":"modern-classic","2":"type-modern-classic","3":"status-publish","4":"has-post-thumbnail","6":"collection-holiness"},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic"}],"about":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/modern-classic"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/modern-classic\/5956\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"collection","embeddable":true,"href":"https:\/\/utmost.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/collection?post=5956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}